Benarkah seorang Guru tak mau menerima alasan murid???

| Jumat, 31 Agustus 2012

Benarkah seorang Guru tak mau menerima alasan murid???



Sekelumit curahan hati penulis yang hanya bisa diungkapkan lewat tulisan.Karena lewat ucapan tak pernah diterima dan didengar.jadi lewat tulisanlah aku menulisnya.Bukannya aku menjelek-jelakan seorang guru tapi aku hanya ingin mengkritik guru.Kalau diibaratka “Guru itu Pahlawan tanda jasa”Aku sangat berterima kasih akan jasanya,Tapi disini aku hanya ingin mengungkapkan unek-unek dalam hatiku.Sekali lagi bukan untuk menjelek-jelekan Para Guru.


Ada gula ada semut separttinya peribahasa inilah yang paling cocok untuk mengungkapakannya.dimana ada sekolahan disitu pasti ada peraturannya.Tak dipungkiri lagi peraturan adalah hal yang wajib ada dan dibuat,tujuan tak lain addalah untuk membuat anak didiknya memiliki sikap disiplin.Ini sangatlah baik.Tapi, disini akau ingin menulis sebuah (Bisa Dibilang)curahan hati yang hanya bisa kuungkapkan dalam tulisan tanganku.

Dari mana kata pelanggaran berasal?
"Kata pelanggaran berasal dari kata peraturan, jika tidak ada peraturan mungkin tak akan pernah ada kata pelanggaran"

Tak mungkin selamanya peraturan selalu ditaati, pasti ada yang melanggarnya meskipun itu hanya satu orang.

Disetiap sekolah pasti ada murid-murid yang melanggar peraturan dan mereka selalu dicap "BandelAtau orang jahat, tidak punya aturan(Yang jelek-jelek pokoknya)”.Setiap mereka melakukan pelanggaran mereka pasti ditanyai tentang alasannya melanggar.Dan ketika mereka menjelaskan alasannya ,pada akhirnya guru hanya mengatakan dengan entengnya "Alasan Aja"dan tak pernah mau menerima alasan apapun itu.Aku sendiri bingung dengan sikap para guru ini?Tadi menanyakan alassannya, tapi pada akhirnya tidak mau menerimanya.Kalau begitu, lebih baik tak usah tanya dari awal.

salah satu alasan yang sudah menjadi tradisi murid tidak masuk sekolah adalah "SAKIT".Alasan ini sangat efektif.Tapi ada beberapa sekolah yang tidak mudah percaya dengan alasan muridnya.Bagiku itu syah-syah saja karena mungkin ini juga untuk kebaikan muridnya.Tapi,jika memang benar-benar murid itu sakit tapi gurunya tak percaya hanya karena murid itu banyak memiliki catatan kriminal.Apakah pantas sikap guru yang seperti itu?

satu hal yang kuketahui seorang guru ataupun seorang senior, mereka tidak akan menerima alasan apapun yang diucapkan muridnya atau juniornya ketika berada dilapangan.Memang awalnya mreka menanyai alasannya melakukan pelanggaran tapi pada akhirnya mereka tak mau menerimanya.Sungguh percuma mengatakan alasannya dari awal.

Dan menurutku peraturan tak akan terlihat peraturaan jika tak ada yang melanggarnya.seperti cerita tak akan menarik jika tak ada konfiknya.Ataupun seperti hidup ini tak akan menarik jika kita hanya merasakan hal-hal yang menyenangkan saja.
Pernah aku mendengarkan sebuah sindiran dari seorang guru mengatakan “Orang pintar kok mbolosan?”
Jadi kalau orang pintar itu tak pernah mbolos.Selalu menaati peraturan.Tak pernah memiliki catatan buruk.Selalu bersikap sesuai aturan.Benarkah begitu?Sungguh sempurna sekali orang pintar itu.Pasti membosankan hidupnya.Orang pintar itu juga tak selalu taat peraturan kali.Tak ada manusia yang sempurna didunia ini.Bagiku guru tadi yang mengucapkan hal tersebut tak berfikir dahulu.seenaknya sendiri ngomong.


Lalu benarkah seorang guru tak pernah mau menerima alasan dari murid????  
- Think Again !!!!!-

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik
dan yang tidak mengandung SARA

Next Prev
▲Top▲